Tuesday, January 5, 2016
Cara Kerja CVT Pada Sepeda Motor Matic
Ada penjelasan singkat nih mengenai cara kerja sistem CVT pada motor matic. CVT adalah kepanjangan dari Continuos Variable Transmission, yaitu system perpindahan kecepatan secara full otomatis sesuai dengan putaran mesin, mesin ini tidak memakai gigi transmisi, tapi sebagai gantinya menggunakan dua buah pulley (depan dan belakang) yang dihubungkan dengan sabuk (v-belt).
Cara kerja dari mesin matic atau CVT (Continuous Varible Transmission) pada sepeda motor. Ternyata lebih sederhana dari mesin konvensional atau mesin bertransmisi.
Semua komponen CVT terdapat pada box CVT atau secara kasat mata bentuknya adalah lengan ayun sebelah kiri motor matic kita, yang terlihat begitu besar dan berat. Disitu terdapat tiga komponen utama yaitu puly depan(Drive Pulley), puly belakang(Driven Pulley) dan v-belt.depan dihubungkan ke crankshaft engine(kruk-as), sedangkan puly belakang dihubungkan ke as-roda. Yang menghubungkan puly depan dan puly belakang adalah v-belt.
Pada saat stationer atau putaran rendah, puly depan memiliki radius yang kecil dibandingkan dengan puly belakang atau rasio gigi ringan. Seiring dengan bertambahnya putaran mesin (rpm), maka puly depan radiusnya juga ikut membesar sedangkan puly belakang justru mengecil atau sama dengan rasio gigi berat. Untuk kerja v-belt hanya menghubungkan kedua puly tersebut agar dapat berjalan secara bergantian. Jadi saat puly depan membesar maka yang menyebabkan puly belakang mengecil adalah karena desakan dari v-belt, karena panjang v-belt selalu sama pada proses ini.
Karena kerja CVT yang linear, maka mesin matic dapat menghasilkan akselerasi yang halus tanpa adanya kehilangan tenaga.
sumber : http://www.rugbymane.com/2015/09/cara-kerja-sistem-cvt-motor-matic.html
Cara Membuat Biografi
Biografi, secara sederhana dapat dikatakan sebagai sebuah
kisah riwayat hidup seseorang. Biografi dapat berbentuk beberapa baris kalimat
saja, namun juga dapat berupa lebih dari satu buku.
Perbedaannya adalah, biografi singkat hanya memaparkan
tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang dan peran pentingnya sementara
biografi yang panjang meliputi, tentunya, informasi-informasi penting namun
dikisahkan dengan lebih mendetail dan tentunya dituliskan dengan gaya bercerita
yang baik.
Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam
hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari
tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta
penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya. Biografi biasanya dapat
bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namun
demikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau
lebih tempat atau masa tertentu. Biografi seringkali bercerita mengenai seorang
tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup. Banyak
biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat
dikelompokkan berdasar tema-tema utama tertentu (misalnya "masa-masa awal
yang susah" atau "ambisi dan pencapaian"). Walau begitu, beberapa
yang lain berfokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu.
Biografi memerlukan bahan-bahan utama dan bahan pendukung.
Bahan utama dapat berupa benda-benda seperti surat-surat, buku harian, atau
kliping koran. Sedangkan bahan-bahan pendukung biasanya berupa biografi lain,
buku-buku referensi atau sejarah yang memaparkan peranan subyek biografi itu.
Hal-hal yang perlu dilakukan dalam menulis sebuah biografi
antara lain:
·
Pilih seseorang yang menarik perhatian Anda.
·
Temukan fakta-fakta utama mengenai kehidupan
orang tersebut.
·
Mulailah dengan ensiklopedia dan catatan waktu.
·
Pikirkan, apa lagi yang perlu Anda ketahui
mengenai orang itu, bagian mana dari hidupnya yang ingin lebih banyak Anda
tuliskan.
Beberapa pertanyaan yang mungkin dapat dijadikan
pertimbangan misalnya:
- Apa yang membuat orang ini istimewa atau menarik?
- Dampak apa yang telah ia lakukan bagi dunia atau orang lain?
- Kata sifat apa yang mungkin akan sering Anda gunakan untuk menggambarkan orang ini?
- Contoh apa yang dapat dilihat dari hidupnya yang menggambarkan sifat tersebut?
- Kejadian apa yang membentuk atau mengubah kehidupan orang itu?
- Apakah ia mampu mengatasi rintangan tersebut? Apakah ia mengatasinya dengan mengambil resiko? Atau dengan keberuntungan?
- Apakah dunia akan menjadi lebih baik atau lebih buruk jika orang ini tidak pernah hidup? Bagaimana bisa dan mengapa?
- Lakukan juga penelitian lebih lanjut dengan bahan-bahan dari perpustakaan atau internet untuk membantu Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas serta supaya cerita Anda lebih menarik. (t/Ary)
Sumber : http://pelitaku.sabda.org/bagaimana_menulis_biografi
Makalah Khasiat Temulawak Sebagai Anti Kolesterol
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.
Latarbelakang
Masalah
Indonesia
memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah, diantaranya adalah hutan tropis
yang mempunyai keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Sumber daya flora
di wilayah Indonesia diperkirakan sekitar 30-40 ribu spesies, diantaranya
dikatagorikan sebagai tumbuhan obat (Wijayakusuma, 2007).
Saat ini, masyarakat semakin luas menggunakan tumbuhan
obat dalam mengatasi masalah kesehatannya dari pada menggunakan
obat-obatanmoderen. Hal ini menandai adanya kesadaran untuk kembali ke alam (back
to nature), dengan memanfaatkan produk-produk alami yang diyakini memiliki
efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan obat moderen.
Sejak
lama masyarakat telah mengenal dan menggunakan obat-obatan alamiah yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan mineral. Mereka meramu dan meraciknya sendiri
atas dasar pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun oleh generasi
sebelumnya (Dalimartha, 2007).
Rimpangtemulawak
sejak lama dikenal sebagai tanaman obat, diantaranya memiliki efek farmakologis
sebagai pelindung terhadap hati (hepatoprotektor), meningkatkan nafsu
makan, antiradang, memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum),mengatasi
gangguan pencernaan seperti diare, konstipasi, disentriNamun mekanisme kerja
temulawak dalam mengatasi diare sampai saat ini belum diketahui.
Temulawak dan kunyit merupakan tanaman
yang sama-sama tergolong dalam suku zingiberaceae. Kedua tanaman ini
memiliki kandungan senyawa kimia yang diketahui mempunyai keaktifan fisologi
diantaranya kurkuminoid dan minyak atsiri.
Pada karya tulis mahasiswa ini, penulis akan membahas lebih lanjut
tentang khasiat temulawak sebagai obat tradisional dalam menurunkan kadar
kolesterol
1.2.
Tujuan
Tujuan
penulisan Karya Tulis Mahasiswa yang berjudul TANAMAN TEMULAWAK ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahuikandungan dalam temulawak
sebagai obat tradisional
2.
Untuk
mengetahui
manfaat yang terkandung dalam temulawak
3.
Memahami cara pemanfaatan temulawak
untuk kesehatan .
1.3.
Rumusan Masalah
1.
Kandungan apa aja yang terdapat dalam
tanaman temulawak ?
2.
Apa saja manfaat temulawak bagi
kesehatan ?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Definisi
Temulawak(Curcuma
xanthorrhiza) adalah tumbuhan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan
(Zingiberaceae). Ia berasal dari Indonesia, khususnya Pulau Jawa, kemudian
menyebar ke beberapa tempat di kawasan wilayah biogeografi Malaysia. Saat ini,
sebagian besar budidaya temulawak berada di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan
Filipina tanaman ini selain di Asia Tenggara dapat ditemui pula di China,
Indochina, Barbados, India, Jepang, Korea, Amerika Serikat dan beberapa negara
Eropa. Nama daerah di Jawa yaitu temulawak, di Sunda disebut koneng gede,
sedangkan di Madura disebut temulabak. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik
pada dataran rendah sampai ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut dan
berhabitat di hutan tropis. Rimpangtemulawak dapat tumbuh dan berkembang dengan
baik pada tanah yang gembur. Mempunyai kemiripan dengan kunyit karena daging
umbinya yang berwarna kuning. Namun temulawak memiliki ukuran lebih besar dan
tekstur lebih kasar. Seperti kebanyakan tanaman dalam famili Zingiberaceae
lainnya, temulawak juga dikenal sebagai tanaman obat karena mengandung senyawa
yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia yaitu minyak astiri. Dimana
didalamnya terdapat zat xanthorizol, germaken, isofuranogermakren, trisiklin,
alloaromadendren, fellandren, ar-turneron, dan turmerol, kurkumin, desmetoksokurkumin,
zat tepung, kamfer, glikosida, toluylmetilkarbinol dan 1-sikloisoprenmyrsen.
2.2. Morfologi
Klasifikasi :
Divisi :
Spermatophyta
Sub divisi :
Angiospermae
Kelas :
Monocotyledonae
Ordo :
Zingiberales
Keluarga :
Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma xanthorrhiza.
Deskripsi :
Tanaman terna
berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m,
berwarna hijau atau coklat gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan
bercabang kuat, berwarna hijau gelap. Tiap batang mempunyai daun 2 – 9 helai
dengan bentuk bundar memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau
coklat keunguan terang sampai gelap, panjang daun 31 – 84cm dan lebar 10 –
18cm, panjang tangkai daun termasuk helaian 43 – 80cm. Perbungaan lateral,
tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang tangkai 9 – 23cm dan lebar 4
– 6cm, berdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan
mahkota bunga. Kelopak bunga berwarna putih berbulu, panjang 8 – 13mm, mahkota bunga
berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4.5cm, helaian bunga berbentuk
bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna merah dadu atau
merah, panjang 1.25 – 2cm dan lebar 1cm.
2.3. Kandungan
Kandungan
Tanaman Rimpangtemulawak mengandung kurkuminoid , mineral minyak atsiri serta
minyak lemak. Tepung merupakan kandungan utama, jumlahnya bervariasi antara 48
– 54 % tergantung dari ketinggian tempat tumbuhnya, makin tinggi tempat
tumbuhnya makin rendah kadar tepungnya. Selain tepung , temulawak juga
mengandung zat gizi antara lain karbohidrat, protein dan lemak serta serat
kasar mineral seperti kalium ( K ), natrium ( Na), magnesium (Mg ), zat besi
(Fe), mangan (Mn ) dan Kadmium ( Cd). Komponen utama kandungan zat yang
terdapat dalam rimpangtemulawak adalah zat kuning yang disebut ” kurkumin” dan
juga protein ,pati, serta zat – zat minyak atsiri.Minyakatsiritemulawak
mengandung phelandren, kamfer, borneol, xanthorrizol, tumerol dan sineal.
Kandungan kurkumin berkisar antara 1,6% – 2,22% dihitung berdasarkan berat
kering. Berkat kandungan dan zat – zat minyak atsiri tadi, diduga penyebab
berkhasiatnyatemulawak. Kandungan Zat Aktif TemulawakKurkumin, kurkuminoid,
P-toluilmetilkarbinol, seskuiterpen d-kamper, mineral, minyak atsiri serta
minyak lemak, karbohidrat, protein, mineral seperti Kalium (K), Natrium (Na),
Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), dan Kadmium (Cd). Mekanisme Kerja
KurkuminoidKurkumin yang dapat menurunkan SGOT dan SGPT sampai tingkat normal.
Kurkuminoid dalam temulawak dapat meningkatkan sekresi cairan empedu yang
berguna untuk mengemulsikan lemak serta dapat menurunkan kadar lemak dalam
darah dan hepatoprotektor. P-toluilmetilkarbinol dan seskuiterpen d-kamper
untuk meningkatkan produksi dan sekresi empedu serta turmeron sebagai
antimikroba. Minyak atsiri berefek merangsang produksi empedu dan sekresi
pankreas serta mempunyai kemampuan sebagai bakterisid maupun kemampuan
melarutkan kolesterol. Pada dosis tinggi, minyak atsiri dapat menurunkan kadar
enzim glutamate Oksaloasetat transaminase dalam serum (SGOT) dan enzim
glutamate Piruvat transaminase dalam serum (SGPT).
2.4. Manfaat
1.Rimpangtemulawak digunakan sebagai
bahan obat-obatan tradisional dan minuman penyegar.
2. Obat sakit maag, susah buang air
besar, sariawan, sembelit, penyakit eksim,
ginjal, asma, kolesterol, batuk, hepatitis.
3. Menambah nafsu makan.
4. Membersihkan darah.
5. Mengobati penyakit kuning (gangguan
pada hati/lever), demam malaria,
sembelit,
badan yang terlalu lelah karena kebanyakan kerja atau sehabis jatuh sakit.
6.Rimpang mengandung 48-59,64 % zat
tepung, 1,6-2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak atsiri dan dipercaya dapat
meningkatkan kerja ginjal serta anti inflamasi.
7.Obat jerawat, anti kolesterol,
anemia, anti oksidan, pencegah kanker, dan anti mikroba.
2.5. Temulawak sebagai anti kolesterol
Metode yang banyak dikembangkan karena dianggap tidak
mengakibatkan efek samping yang membahayakan adalah peng-gunaan tanaman obat
tradisional. Salah satu tanaman obat yang telah terbukti dapat menurunkan kadar
kolesterol tubuh yang berlebih akibat pola makan yang salah adalah Curcuma
xanthorrhiza atau yang lebih populer dikenal sebagai temulawak.
Rimpangtemulawak mengandung beberapa zat warna, seperti zat kuning yang disebut
kurkuminoid, kemudian minyak atsiri, yang menyebabkan bau dan rasa khas,
dan juga zat yang berwarna coklat kehitaman dan lengket yang disebut resin.Dari
ketiga zat tersebut, menurut ahli obat herbal Fakultas Farmasi Universitas
Gajah Mada (UGM), Dr. SuwijiyoPramono, DEA, Apt., hanya kurkuminoid-lah yang
dapat menurunkan kadar kolesterol tubuh dalam jumlah yang signifikan.
“Minyak atsiri justru menimbulkan efek yang berlawanan
karena dapat meningkatkan nafsu makan, sedangkan resin merupakan zat yang tidak
larut dalam air dan tidak menyehatkan,” kata ahli farmasi itu. Oleh karena itu,
untuk mendapatkan efek yang diinginkan, kedua zat tersebut harus dihilangkan
dari ekstrak temulawak yang sudah dibuat melalui proses purifikasi
(pemurnian). “Setelah ekstrak temulawak itu dimurnikan, baru dibuat sediaan kurku-minoiddala
bentuk kapsulterstandar supaya kadarnya stabil,” ujarnya.
Menurut Pramono, berdasarkan hasil uji klinis yang dilakukan
terhadap delapan puluh persen pasien rawat jalan dengan kadar kolesterol lebih
dari 200 mg/dl, pemberian dua kapsul ekstrak temulawakterpurifikasi dengan
kadar kurkuminoid 20,67 % dua kali sehari selama tiga puluh hari dapat
menurunkan kolesterol total hingga 18,25 %. Walaupun tidak dapat menaikkan
kadar HDL (High Density Lippoprotein) atau “lemak baik”, namun, kata Pramono,
pemberian ekstrak temulawak tersebut dapat menurunkan kadar LDL (Low Density
Lippoprotein) atau yang sering disebut dengan “lemak jahat”.
2.6. Dosis
pembuatan temulawak
Untuk menurunkan kadar kolesterol temulawak cukup diolah
dengan cara dikeringkan kemudian ditumbuh dan diseduh dengan air panas 1 gelas.
Setelah berubah warna menjadi lebih pekat, air seduhan dapat disaring dan
kemudian diminum langsung dengan dosis 2 kali sehari masing-masing 1 gelas.
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Rimpangtemulawak dikenal sebagai tanaman obat, diantaranya
memiliki efek farmakologissalah
satunya sebagai obat penurun kadar kolesterol. Dengan cara pemilihan
rimpangtemulawak yang benar serta pengolahan yang baik, rimpangtemulawak
tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai penyakit..
Temulawak
ternyata sangat mudah ditanam karena lokasi penanaman dapat berupa lahan
tegalan, perkebunan atau pekarangan. Maka kita bisa memanfaatkan lahan
kecil yang tidak terpakai untuk penanaman temulawak ini.
3.2. Saran
Obat tradisional temulawak sangat
mudah di tanam, melihat manfaatnya
yang
sangat berarti, maka kita diharapkan mampu memanfaatkannya sebagai obat
tradisional yang sangat mudah didapatkan. Oleh karena itu mari kita mencintai
dan membudidayakan tanaman obat temulawak.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 1994. Hasil
Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan
Pestisida
Nabati. Prosiding Seminar di Bogor
1 – 2 Desember 1993.
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311
Hal.
Anonimous. 1989. Vademekum
Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Jakarta. 411 Hal.
Anonimous. 2001. Profil
Tanaman Obat di Kabupaten Sumedang.
Pemerintah Kabupaten Sumedang. Dinas Kehutanan dan
Perkebunan. Hal. 37.
Rahmat Rukmana, Ir. 1995. Temulawak: Tanaman rempah dan obat. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta
Sardiantho. 1997. Empat
Tanaman Obat untuk Asam Urat. Trubus No. 331 Jakarta,
Februari 2000 Sumber: Sistim Informasi Manajemen Pembangunan
di Perdesaan,
BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman
HOBI
HOBI
Pada
dasarnya hobi adalah sesuatu yang disenangi dan kerap sekali dilakukan.
Menurut
Wikipedia, Hobi adalah kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang untuk
menenangkan pikiran seseorang. Kata Hobi merupakan sebuah kata serapan dari
Bahasa Inggris “Hobby”. Tujuan hobi adalah untuk memenuhi keinginan dan
mendapatakan kesenangan . Terdapat berbagai macam jenis hobi seperti
mengumpulan sesuatu (Koleksi), membuat, memperbaiki, bermain dan pendidikan
dewasa.
Saya ambil
salah satu contoh misalnya Freestyle Sepeda Motor.
Untuk sebagian orang, Freestyle sepeda motor mungkin terlihat kurang baik untuk dijadikan hobi, karena jika di lihat dari beberapa aksi mereka yang terbilang ekstrim dan berbahaya, aksi-aksinya tersebut dapat melukai diri sendiri. Tetapi, walaupun mereka sering di ancam oleh bahaya, mereka masih tetap menjalani hobi nya itu. Jadi itu bukan masalah besar untuk para freestyler.
Contoh lain
misalnya, Biasanya jika seseorang sudah
bergelut dengan hobi, tak akan ada yang bisa menghalangi. Anda tahu maksudnya?
Begini perumpamaannya, saat si dia sedang asik freestyle sepeda motor sebagai
hobinya, misalkan ada SMS masuk dari pacarnya yang mengajaknya untuk pergi ke
taman, hehehehe, sudah pasti akan mencari sejuta alasan untuk menolak ajakan
dari pacarnya tersebut, bahkan mungkin SMS dari pacarnya itu tidak di baca sama
sekali, karena sibuk dengan hobi yang sedang dilakukan. Wkwkwkwk.
Nah, itulah
salah satu contoh kedahsyatan hobi. Jika orang tidak bisa mengontrol diri
terhadap hobi dan kegemaran, maka hobi bisa menenggelamkannya. Oleh karena itu,
sangat wajar jika hobi atau kegemaran dapat membuat seseorang menjadi egois.
Referensi : http://awesome-ibenk.blogspot.co.id/2012/05/hobi-dan-kegemaran-sesuatu-yang-bisa.html
Monday, January 4, 2016
Prasangka, Diskriminasi, dan Integrasi Masyarakat
Prasangka, Diskriminasi, dan
Integrasi Masyarakat
Prasangka
Prasangka atau prejudice berasal
dari kata latin prejudicium,yang pengertiannya sekarang mengalami perkembangan
sebagai berikut:
Semula diartikan sebagai suatu
preseden, artinya keputusan diambil atas dasar pengalaman yang lalu.
Dalam bahasa inggris mengandung
arti pengambilan keputusan tanpa penelitian dan pertimbangan yang cermat,
tergesa-gesa atau tidak matang.
Untuk mengatakan prasangka
dipersyaratkan pelibatan unsur emosional(suka-tidak suka)dalam keputusan yang
telah diambil tersebut.
Diskriminasi
Diskriminasi dapat diartikan
sebagai sebuah perlakuan terhadap individu secara berbeda dengan berdasarkan
pada gender, ras, agama, umur, atau karakteristik yang lain. Diskriminasi
merupakan perilaku prejudice yang dilakukan secara nyata.
Integrasi masyarakat
Integrasi masyarakat dapat
diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari
individu, keluarga, lembaga, dan masyarakat secara keseluruhan sehingga
menghasilkan persenyawaan-persenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang
sama-sama dijunjung tinggi. Dalam hal ini terjadi akomodasi, asimilasi dan
berkurangnya prasangka-prasangka diantara anggota masyarakat secara
keseluruhan.
Sumber : http://ritaismail.blogspot.co.id/2012/01/prasangka-diskriminasi-dan-integritas.html
cara membersihkan kipas angin
Kali ini saya akan memberikan tips agar kipas angin anda bisa tetap terawat
dengan baik, khususnya untuk para anak kostan yang tinggal di daerah yang
bersuhu panas.
Dari pada kalian harus mengeluarkan uang untuk service kipas angin,
sebaiknya di service sendiri saja, lumayan bisa mengurangi biaya pengeluaran. Hehehe
Alat dan Bahan :
- Kuas besar
- Kuas kecil
- Kain non-fiber
- Busa
- Air sabun
Langkah-langkah :
- Matikan kipas angin dan cabut
kabelnya dari sumber listrik. Kemudian, letakkan kipas di ruanganlapang terbuka agar anda lebih
mudah dalam membersihkannya.
- Gunakan obeng plus untuk
membuka casing kipas yang terbuat dari susunan kawat. Selanjutnya,
bersihkan debu yang menempel pada casing tersebut memakai kuas besar.
Apabila ada noda yang membandel, anda dapat mencucinya dengan busa dan air
sabun.
- Pembersihan selanjutnya adalah
pada bagian baling-baling. Sama seperti kipas laptop, bagian
ini sebenarnya bisa dilepas begitu mudah. Namun untuk menghemat waktu,
anda tetap bisa membersihkan baling-baling tanpa melepasnya. Gunakan kain
non fiber untuk menghapus debu-debu yang menempel pada bagian muka
baling-baling. Sedangkan, pembersihan bagian belakangnya dapat dilakukan
dengan bantuan kuas kecil.
- Jangan lupa bersihkan bagian
besi poros kipas angin juga. Selain debu, biasanya tali dan rambut juga
kerap mengotori bagian ini. Anda dapat memakai kuas kecil untuk
menghilangkan kotoran-kotoran tadi.
- Tahap terakhir adalah
memastikan seluruh casing luar kipas angin telah bersih sempurna. Gunakan
kain non fiber untuk menyeka semua kotoran di sini.
Semoga bermanfaat J
Sumber :
Agama dan Masyarakat
I. Definisi Agama
Dengan singkat definisi agama menurut sosiologi adalah
definisi yang empiris. Sosiologi tidak pernah memberikan definisi agama yang
evaluative (menilai). Sosiologi angkat tangan mengenai hakikat agama, baiknya
atau buruknya agama atau agama–agama yang tengah diamatinya. Dari pengamatan
ini sosiologi hanya sanggup memberikan definisi deskriptif (menggambarkan apa
adanya) yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya.
Definisi agama menurut Durkheim adalah suatu “sistem
kepercayaan dan praktek yang telah dipersatukan yang berkaitan dengan hal-hal
yang kudus kepercayaan-kepercayaan dan praktek-praktek yang bersatu menjadi
suatu komunitas moral yang tunggal.” Dari definisi ini ada dua unsur yang
penting, yang menjadi syarat sesuatu dapat disebut agama, yaitu “sifat kudus”
dari agama dan “praktek-praktek ritual” dari agama. Agama tidak harus
melibatkan adanya konsep mengenai suatu mahluk supranatural, tetapi agama tidak
dapat melepaskan kedua unsur di atas, karena ia akan menjadi bukan agama lagi,
ketika salah satu unsur tersebut terlepas. Di sini terlihat bahwa sesuatu dapat
disebut agama bukan dilihat dari substansi isinya tetapi dari bentuknya, yang
melibatkan dua ciri tersebut.
Sedangkan menurut pendapat Hendro puspito, agama adalah suatu
jenis sosial yang dibuat oleh penganut-penganutnya yang berproses pada
kekuatan-kekuatan non-empiris yang dipercayainya dan didayagunakannya untuk
mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumya. Dalam kamus
sosiologi, pengertian agama ada 3 macam yaitu:
1. Kepercayaan
pada hal-hal yang spiritual
2. Perangkat
kepercayaan dan praktek-praktek spiritual yang dianggap sebagai tujuan
tersendiri
3. Ideologi
mengenai hal-hal yang bersifat supranatural
II. Ruang Lingkup Agama
Secara garis besar ruang lingkup agama mencakup :
a. Hubungan
manusia dengan tuhannya
Hubungan dengan tuhan disebut ibadah. Ibadah bertujuan untuk
mendekatkan diri manusia kepada tuhannya.
b. Hubungan
manusia dengan manusia
Agama memiliki konsep-konsep dasar mengenai kekeluargaan dan
kemasyarakatan. Konsep dasar tersebut memberikan gambaran tentang ajaran-ajaran
agama mengenai hubungan manusia dengan manusia atau disebut pula sebagai ajaran
kemasyarakatan. Sebagai contoh setiap ajaran agama mengajarkan tolong-menolong
terhadap sesama manusia.
c. Hubungan
manusia dengan makhluk lainnya atau lingkungannya.
Di setiap ajaran agama diajarkan bahwa manusia selalu
menjaga keharmonisan antara makluk hidup dengan lingkungan sekitar supaya
manusia dapat melanjutkan kehidupannya.
III. Fungsi dan Peran Agama Dalam Masyarakat
Dalam hal fungsi, masyarakat dan agama itu berperan dalam
mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat yang tidak dapat dipecahakan
secara empiris karena
adanya keterbatasan kemampuan
dan ketidakpastian. Oleh karena itu, diharapkan agama menjalankan fungsinya
sehingga masyarakat
merasa sejahtera, aman, stabil,
dan sebagainya. Agama dalam masyarakat bisa difungsikan sebagai berikut :
a. Fungsi
edukatif.
Agama memberikan bimbingan dan pengajaaran dengan perantara
petugas-petugasnya (fungsionaris) seperti syaman, dukun, nabi, kiai, pendeta
imam, guru agama dan lainnya, baik dalam upacara (perayaan) keagamaan, khotbah,
renungan (meditasi) pendalaman rohani, dsb.
b. Fungsi
penyelamatan.
Bahwa setiap manusia menginginkan keselamatan baik dalam
hidup sekarang ini maupun sesudah mati. Jaminan keselamatan ini hanya bisa
mereka temukan dalam agama. Agama membantu manusia untuk mengenal sesuatu “yang
sakral” dan “makhluk teringgi” atau Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya.
Sehingga dalam yang hubungan ini manusia percaya dapat memperoleh apa yang ia
inginkan. Agama sanggup mendamaikan kembali manusia yang salah dengan Tuhan
dengan jalan pengampunan dan Penyucian batin.
c. Fungsi
pengawasan sosial (social control)
Fungsi agama sebagai kontrol sosial yaitu :
Agama meneguhkan kaidah-kaidah susila dari adat yang
dipandang baik bagi kehidupan moral warga masyarakat.
Agama mengamankan dan melestarikan kaidah-kaidah moral (
yang dianggap baik )dari serbuan destruktif dari agama baru dan dari system
hokum Negara modern.
d. Fungsi memupuk
Persaudaraan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan kesatuan sosiologis ialah
kesatuan manusia-manusia yang didirikan atas unsur kesamaan.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan ideologi yang sama,
seperti liberalism, komunisme, dan sosialisme.
Kesatuan persaudaraan berdasarkan sistem politik yang sama.
Bangsa-bangsa bergabung dalam sistem kenegaraan besar, seperti NATO, ASEAN dll.
Kesatuan persaudaraan atas dasar se-iman, merupakan kesatuan
tertinggi karena dalam persatuan ini manusia bukan hanya melibatkan sebagian
dari dirinya saja melainkan seluruh pribadinya dilibatkan dalam satu intimitas
yang terdalam dengan sesuatu yang tertinggi yang dipercayai bersama
e. Fungsi
transformatif.
Fungsi transformatif disini diartikan dengan mengubah bentuk
kehidupan baru atau mengganti nilai-nilai lama dengan menanamkan nilai-nilai
baru yang lebih bermanfaat.
Sedangkan
menurut Thomas F.
O’Dea menuliskan enam
fungsi agama dan masyarakat yaitu:
1. Sebagai
pendukung, pelipur lara, dan perekonsiliasi.
2. Sarana
hubungan transendental melalui
pemujaan dan upacara
Ibadat.
3. Penguat
norma-norma dan nilai-nilai yang sudah ada.
4. Pengoreksi
fungsi yang sudah ada.
5. Pemberi
identitas diri.
6. Pendewasaan
agama.
Sedangkan menurut
Hendropuspito lebih ringkas lagi,
akan tetapi intinya hampir
sama. Menurutnya fungsi
agama dan masyarakat itu
adalah edukatif, penyelamat,
pengawasan sosial, memupuk
persaudaraan, dan transformatif.
Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan
manusia dan
masyarakat, karena agama memberikan sebuah system nilai yang
memiliki derivasi
pada norma-norma masyarakat untuk memberikan pengabsahan dan
pembenaran dalam
mengatur pola perilaku manusia, baik di level individu dan
masyarakat. Agama
menjadi sebuah pedoman hidup singkatnya. Dalam memandang
nilai, dapat kita lihat dari dua sudut pandang. Pertama, nilai agama dilihat dari sudut intelektual yang
menjadikan nilai agama sebagai norma
atau prinsip. Kedua, nilai agama dirasakan di sudut pandang emosional
yang menyebabkan adanya sebuah dorongan rasa dalam diri yang disebut mistisme.
IV. Pengaruh Agama Terhadap Kehidupan Manusia
Sebagaimana telah dijelaskan dari pemaparan diatas, jasa
terbesar agama adalah mengarahkan perhatian manusia kepada masalah yang penting
yang selalu menggoda manusia yaitu masalah “arti dan makna”. Manusia
membutuhkan bukan saja pengaturan emosi, tetapi juga kepastian kognitif tentang
perkara-perkara seperti kesusilaan, disiplin, penderitaan, kematian, nasib
terakhir. Terhadap persoalan tersebut agama menunjukan kepada manusia jalan dan
arah kemana manusia dapat mencari jawabannya. Dan jawaban tersebut hanya dapat
diperoleh jika manusia beserta
masyarakatnya mau menerima suatu yang ditunjuk sebagai “sumber” dan “terminal
terakhir” dari segala kejadian yang ada di dunia. Terminal terakhir ini berada
dalam dunia supra-empiris yang tidak dapat dijangkau tenaga indrawi maupun otak
manusiawi, sehingga tidak dapat dibuktikan secara rasional, malainkan harus
diterima sebagai kebenaran. Agama juga telah meningkatkan kesadaran yang hidup
dalam diri manusia akan kondisi eksistensinya yang berupa ketidakpastian dan ketidakmampuan
untuk menjawab problem hidup manusia yang berat.
Para ahli kebuadayaan yang telah mengadakan pengamatan
mengenai aneka kebudayaan berbagai bangsa sampai pada kesimpulan, bahwa agama
merupakan unsur inti yang paling mendasar dari kebudayaan manusia, baik
ditinjau dari segi positif maupun negatif. Masyarakat adalah suatu fenomena
sosial yang terkena arus perubahan terus-menerus yang dapat dibagi dalam dua
kategori : kekuatan batin (rohani) dan kekuatan lahir (jasmani). Contoh
perubahan yang disebabkan kekuatan lahir ialah perkembangan teknologi yang
dibuat oleh manusia. Sedangkan contoh perubahan yang disebabkan oleh kekuatan
batin adalah demokrasi, reformasi, dan agama. Dari analisis komparatif ternyata
bahwa agama dan nilai-nilai keagamaan merupakan kekuatan pengubah yang terkuat
dari semua kebudayaan, agama dapat menjadi inisiator ataupun promotor, tetapi
juga sebagai alat penentang yang gigih sesuai dengan kedudukan agama.
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua
sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan
(integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang
bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor).
Pembahasan tentang fungsi agama disini akan dibatasi pada dua
hal yaitu agama sebagai faktor integratif dan sekaligus disintegratif bagi
masyarakat, pengaruh yang bersifat integratif. Peranan sosial agama sebagai
faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu
ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam
kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini
dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung
bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya
konsensus dalam masyarakat. Fungsi Disintegratif Agama adalah, meskipun agama
memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara
eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan
sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan
eksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya
agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali
mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain
V. Pengaruh Agama Terhadap Stratifikasi Sosial
Didalam ajaran sosiologi kita mengenal pengertian
stratifikasi sosial yang mempunyai pengertian yaitu, susunan berbagai kedudukan
sosial menurut tinggi rendahnya dalam masyarakat. Seorang pengamat
menggambarkan masyarakat sebagai suatu tanda yang berdiri yang mempunyai anak
tanggga-anak tangga dari bawah keatas. Stratifikasi sosial itu tidak sama
antara masyarakat satu dengan yang lain karena setiap masyarakat mempunyai stratifikasi
sosialnya sendiri . Jika jarak antara tangga yang satu dengan anak tangga yang
ada diatasnya ditarik horizontal, maka terdapat suatu ruang. Ruang itu disebut
lapisan sosial. Jadi lapisan sosial adalah keseluruhan orang yang berkedudukan
lapisan sosial setingkat . Contoh pengaruh agama terhadap stratifikasi pada
golongan petani, sikap mental golongan petani terbentuk oleh situasi dan
kondisi dimana mereka hidup, yang antara lain adalah faktor klimatologis dan
hidrologis seperti musim dingin dan musim panas, yang sejalan dengan musim
kering dan musim penghujan. Golongan petani selalu bergumul dengan pemainan
hukum alam (pertanian). Hukum cocok tanam kadang sulit diperhitungkan secara
cermat selalu bersandar pada kedermawanan alam yang datang lambat & tidak
menentu. Maka kaum petani lebih cenderung untuk mendayagunakan
kekuatan-kekuatan magis (supra-empiris) guna membantu mereka dalam menentukan
hari yang tepat. Semangat religius golongan petani itu terlihat dari pengadaan
sejumlah pesta pertanian pada peristiwa penting, misalnya kaum petani di
Indonesia mengadakan selamatan pada saat menanam benih dan waktu panen, sampai
sekarang ini banyak petani di Indonesia masih mengadakan ritual tersebut.
VI. KELESTARIAN AGAMA DALAM MASYARAKAT
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, kemudian lahir
pemikiran-pemikiran yang berlandaskan pada pemikiran sekuler seperti pemikiran
Max Weber yang mengatakan bahwa pada masyarakat modern agama akan lenyap karena
pada masyarakat modern dikuasai oleh teknologi dan birokrasi. Tetapi pemikiran
tersebut itu belum terbukti dalam kurun waktu terkhir ini. Sebagai contoh yang
terjadi di negara-negara komunis seperti Rusia, RRC, Vietnam yang menerapkan
penghapusan agama karena tidak sesuai dengan ideologi negara tersebut, tetapi
beberapa orang berhasil mempertahankan agama tersebut, bahkan umat beragama
semakin meningkat. Dengan mengirasionalkan agama bahwa agama adalah sesuatu
yang salah dalam pemikiran, tetapi dengan sendirinya umat beragama dapat
berpikir dan mengetahui apa yang dipikirkan mengenai agama. Sehingga umat
beragama dapat memahami apa arti sebuah agama dam manfaatnya.
Karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan yang demikian
dinamis, teori-teori lama kemudian mengalami penyempurnaan dan revisi. Bukan
pada tempatnya membandingkan kebenaran ilmu pengetahuan dengan kebenaran yang
diperoleh dari informasi agama. Pemeluk agama meyakini kebenaran agama sebagai
kebenaran yang bersifat kekal, sementara kebenaran ilmu pengetahuan bersifat
dinamis sesuai dengan perkembangan kemampuan pola pikir manusia. Ilmu
pengetahuan sendiri sebenarnya bisa menjadi bagian dari penafsiran nilai-nilai
agama. Sepertia yang dikatakan David Tracy bahwa ilmu pengetahuan itu
mengandung dimensi religious, karena untuk dapat dipahami, dan diterima diperlukan
keterlibatan diri dengan soal Ketuhanan dan agama.
Sumber : http://bennydaniarsa.blog.fisip.uns.ac.id/2011/03/13/agama-dan-masyarakat/
Subscribe to:
Posts (Atom)




